MENGENAL ETOS KERJA ORANG MADURA MELALUI PEDAGANG KAKI LIMA DI PELABUHAN KAMAL



MENGENAL ETOS KERJA ORANG MADURA MELALUI PEDAGANG KAKI LIMA DI PELABUHAN KAMAL
Gambar terkait
Bagaimana sih etos kerja orang Madura ?
Temen-temen tahu gak etos kerja orang Madura? Atau jangan-jangan temen-temen gak tau nih, letak Madura. Mungkin teman-teman masih bingung “dimana  sih letak Madura itu kok baru denger ya? Kini saatnya temen-temen perlahan-lahan harus mengenal Madura, karena sebagai generasi kekinian kita harus mengenal seluk beluk Indonesia sebagai wujud kecintaan kita terhadap Negara sendiri. Jangan  Cuma negeri orang aja diurusin negeri sendiri juga patut kita kenali. Yah… minimal letaknya lah… tapi kenal gak sebatas tau letaknya saja lho… teman, karna tau belum tentu kenal hihihihi…. Nah, melalui tulisan ini aku akan mengajak teman-teman mulai mengenal Madura tepatnya berkenalan dengan etos kerja orang Madura.
Madura merupakan salah satu pulau yang termasuk dalam wilayah Provinsi Jawa Timur namun terpisah oleh Selat Madura dengan pulau induk yakni Pulau Jawa bagian timur melaui jalur pelabuha dan akses jembatan suramadu. Pulau Madura besarnya kurang lebih 5.168  (lebih kecil dari pulau Bali) dengan penduduk hampir 4 juta jiwa. Letak geografis pulau Madura  LU BT (Wikipedia, Indonesia).
Setiap manusia yang berkerja tidak luput dengan etos kerja. Setiap daerah memiliki etos kerja yang berbeda-beda. hal tersebut dipengaruhi oleh suku, ras, bangsa, sosial, kebudayaan, keyakinan atau kepercayaan, agama, kebiasaan dan lain sebagainya. Etos Kerja diartikan sebagai sikap mental yang mencerminkan kebenaran dan kesungguhan serta rasa tanggung jawab untuk meningkatkan produktivitas (www.depkop.go.id). Berdasarkan pemangatan saya, serta wawancara secara dangkal yang dilakukan di pelabuhan kamal, kabupaten Bangkalan, Madura; Cukup menghasilkan informasi mengenai etos kerja pedagang kaki lima (PKL).
 Para PKL Madura memaknai bekerja adalah sebuah perjuangan yang harus diperjuangkan. Pemahaman kerja (makna kerja) ini berkaitan dengan pengalaman hidup para PKL yang selalu bekerja keras dengan penuh perjuangan. Kerja keras dengan perjuangan biasa mereka lakukan sedari kecil hingga dewasa. Kerja keras penuh dengan perjuangan terlihat dari mereka bekerja walaupun apa saja halangannya. Pemahaman kerja ini melandasi beberapa PKL yang selalu berkeinginan untuk merubah hidupnya  dengan pantang menyerah. Pemahaman tersebut muncul dari pengalamannya di masa lampau; kehidupannya  yang serba kesulitan. Madura memiliki pandangan kerja adalah sebuah perjuangan, karena untuk melakukan perubahan hidupnya yang dulu ke kehidupannya yang sekarang jauh lebih baik, membutuhkan perjuangan yang tidak mudah. Mereka harus bekerja dengan penuh perjuangan supaya dapat mewujudkan keinginan dan harapannya.
PKL Madura memaknai bahwa bekerja adalah ibadah. Pemahaman kerja ini erat kaitannya dengan agama atau nilai-nilai religius. Dimana masyarakat Madura terkenal akan kekentalan atau kefanatikannya terhadap nilai-nilai agama. Kerja diyakini mempunyai kedudukan yang sama dengan ibadah. yakni Ibadah merupakan hal yang wajib yang harus dilakukan begitu juga dengan hidup yang wajib untuk dijalani PKL Madura. Para PKL Madura meyakini bahwa antara bekerja dan ibadah tidak ada bedanya. Kedua-duanya harus dijalankan dengan sebaik-baiknya dan dijalankan secara selaras. Jadi pelaksanaannya harus seimbang dan selaras sesuai dengan berjalanya waktu.
PKL sering kali menganggap dirinya untuk mencari kegiatan dari pada tidak ada kegiatan sama sekali dan dari pada tidak mendapatkan penghasilan, lebih baik menjadi PKL saja. Para PKL Madura ingin membuktikan bahwa mereka adalah orang yang bertanggungjawab terhadap keluarganya, meskipun perdapatannya tidak seberapa banyak. Mereka masih mau bekerja yang penting halal karena mereka menyadari bahwa setiap individu sudah memiliki tanggung jawab yang besar. Pembuktian diri mereka agar tetap mendapatkan kedudukan di mata masyarakat adalah terus  bekerja serta mendapatkan penghasilan yang lumayan serta tidak lagi menjadi pengganguran lagi.
Etos kerja yang dimiliki PKL Madura adalah keuletannya dalam bekerja. Mereka bekerja dengan tekun. Mereka bekerja sepanjang hari tanpa mengenal lelah dan letih. Mereka bekerja sejak pukul 06.00 pagi hingga malam kurang lebih jam 20.00 WIB. Keuletan PKL Madura bisa menjadi barometer yang patut dicontoh oleh pedagang-pedagang  dan pekerja-pekerja yang lain.
PKL Madura merupakan pedagang yang memiliki sikap hemat. Bagi mereka hemat itu penting, karena sikap hemat merupakan kunci pokok dalam keberhasilan. Kehematan mereka terlihat dari pola kehidupan sehari-hari, yang dapat memanfaatkan waktu luang untuk kegiatan produktif dan sikap hidup hemat dalam menyisihkan pendapatan untuk kepentingan yang akan datang. PKL Madura tidak terbiasa mengambil resiko dengan hidup royal, berfoya-foya, santai dengan penghasilan dan keuntungan yang belum tentu pasti setiap harinya. Hal tersebut memperlihatkan tentang suatu nilai-nilai budaya yang mengharuskan mereka hidup sederhana, dengan memaksimalkan waktu kerja dan mengurangi waktu luang untuk kegitan-kegitan non produktif.
Kelompok PKL Madura sangat penting untuk menerapkan nilai-nilai kedisplinan. Bagi mereka kedisiplinan merupakan modal yang sangat penting jika melakukan aktivitas utamanya dalam bekerja, agar segala sesuatu yang ingin dicapai terpenuhi. Hal inilah yang dilakukan oleh pedagang tersebut, mereka setiap harinya tidak pernah absen untuk berjualan dikawasan pelabuhan Kamal hingga Perak. Bagi mereka disanalah mereka menemukan pendapatan. Disanalah mereka menemukan harapan dan impian mereka mencari nafkah untuk memenuhi kehidupan sehari-hari. 
Sikap dan pandangan kerja tersebutlah  yang dimiliki oleh para PKL Madura di pelabuhan Kamal. Terdapat etos kerja nilai yang terkandung didalam pandangan kerja orang Madura. Kerja keras dan kesungguhan PKL dalam bekerja merupakan wujud dari etos kerja PKL di pelabuhan kamal.
Benang Merah
Orang Madura erat kaitannya dengan nilai-nilai religiusitas. Sehingga dalam hal berkerja, orang Madura memaknai perkerjaan merupakan kenikmatan yang patut disyukuri. Bekerja sama halnya dengan beribadah yang tidak boleh ditinggalkan. Apapun jenis pekerjaannya, berapun berdapatannya, dan apapun hambatannya, dilakukan saja yang penting halal; karena pekerjaan merupakan kewajiban yang harus dilakukan untuk menaikan status sosial di mata masyarakat agar tidak terlihat pengangguran. Para PKL Madura memaknai pekerjaan adalah sesuatu yang harus diperjuangkan, berkerja keras tanpa mengenal kata putus asa.  Seringkali orang Madura menganggap suatu bekerjaan sebagai sarana mencari kegitan yang menguntungkan dan lebih produktif. Cita-cita luhur yang tertanam pada para PKL Madura di pelabuhan Kamal adalah mereka ingin mencari nafkah untuk menghidupi kebutuhan sehari-hari keluarga. Agar impiannya tercapai terdapat hal-hal yang perlu dilakukan diantaranya keuletan dan kegigihan yang konsisten, kedisiplin yang selalu terjaga, selain itu sikap hemat juga perlu diterapkan agar hasil lebih terlihat.  Nah itulah Karateristik orang Madura dalam memaknai pekerjaan atau yang disebut etos kerja orang Madura yang dapat saya simpulkan.


dela- Mahasiswi Psikologi Universitas Turnojoyo Madura

No comments:

Post a Comment

Pages